Kalau ke Tteokbokki Town di Sindang-dong, biasanya yang pertama terlintas adalah tteokbokki instan yang dimasak langsung di meja, kan? Tapi Ujeong Tteokbokki yang kami kunjungi kali ini justru lebih terkenal dengan ceker ayamnya, berbeda dari namanya. Coba lihat sekeliling, hampir semua meja ada ceker ayamnya.
Langsung ke kesimpulan: pedasnya nendang dan bikin nagih, enak banget sampai pengin balik lagi! Hanya saja antreannya luar biasa panjang dan tempat duduknya agak sempit, jadi kalau sudah tahu dua hal ini sebelumnya, kamu bisa menikmatinya dengan jauh lebih nyaman.

TIP Menikmati Ceker Ayam Ujeong Tteokbokki
Ciri khas utama ceker ayam Ujeong Tteokbokki adalah rasa pedas menggigit yang bikin tangan terus mencomot. Sekali gigit, pedasnya langsung naik, tapi bukan sekadar menyengat — rasanya adiktif dan memanggil suapan berikutnya. Buat kamu yang suka melepas stres dengan makanan pedas, ini gaya yang pas banget.

Wajib tambahkan jamur enoki, yaki-mandu (pangsit goreng), dan tauge sebagai topping.
(Untuk yang kurang kuat makan pedas, aku sarankan tambah tauge dua kali.)
Ah!!!!!!!!!!! Dan makan ceker ayam tanpa jumeokbap (nasi kepal Korea) itu curang, tahu kan?
Kami minta level pedasnya dicampur setengah pedas ringan, setengah pedas, dan pas dicoba rasanya kira-kira sepedas Buldak (mi pedas ala Korea).

Karena letaknya di dalam Tteokbokki Town, mereka juga jual tteokbokki, tapi bintang utamanya tetap ceker ayam. Kalau baru pertama kali datang, nggak usah ragu, seperti yang kutulis di atas, aku sarankan pesan ceker ayam dulu.

Menu yang Kami Pesan & Harga
Menu | Harga |
|---|---|
Ceker Ayam Pedas Ringan | 10.000 won |
Ceker Ayam Pedas | 10.000 won |
Jamur Enoki | 2.000 won |
Tauge | 1.000 won |
Yaki-mandu (Pangsit Goreng) | 2.000 won |

Antrean & Suasana di Ujeong Tteokbokki
Ujeong Tteokbokki punya antrean yang benar-benar gila. Bahkan di antara kedai-kedai di Tteokbokki Town, sering kali hanya toko ini yang antreannya mengular, jadi sebaiknya sediakan waktu yang longgar.
Mungkin karena besoknya hari libur nasional, pukul 18.20 kami sudah dapat nomor antrean ke-19.
Kami masuk setelah menunggu sekitar 1 jam! Restorannya punya dua lantai, jadi perputaran mejanya tidak terlalu lambat.

Dan benar saja, lewat pukul 19.00 antreannya makin bertambah.

Tempat duduknya cukup sempit, jadi jarak antarmeja tidak terlalu lega. Makanya suasananya lebih cocok untuk teman-teman pencinta pedas yang mau makan seru lalu pulang, ketimbang kencan santai atau kumpul ngobrol lama. Selain itu, banyak sekali turis asing yang datang. Mungkin karena Tteokbokki Town Sindang-dong sendiri sering masuk rute wisata, terlihat banyak orang yang datang untuk mencicipi pedasnya masakan Korea.

Yang bikin aku yakin ini memang tempat hits saat mengantre di depan adalah ternyata sudah sering tampil di berbagai acara TV. Momen menunggu sambil mencium aroma ceker ayam itu kenangan paling bahagia sekaligus paling lapar..!




Bagian dalamnya ternyata lebih berdempetan dari perkiraan ^^;
Tapi tetap nyaman untuk makan, jadi aku sangat merekomendasikannya!
Fasilitas
Item | Keterangan |
|---|---|
Toilet | Uniseks, ada di gedung yang sama dengan restoran |
Parkir | Bisa parkir di tempat parkir umum Sindang Nuri Center |
Area Merokok | Tepat di depan restoran |
Jam Buka | 12.00 – 02.30 (hari berikutnya) |
Hari Libur | Tutup setiap hari Rabu |
Bungkus (Take Away) | [TODO: Informasi terbaru perlu dikonfirmasi] |
Kesimpulannya, Ujeong Tteokbokki di Sindang-dong adalah tempat ceker ayam yang layak dicoba meski harus antre dan duduk berdesakan. Cocok untuk hari-hari saat kamu ingin meluapkan penat lewat makanan pedas, atau ingin mencoba menu yang sedikit berbeda di Tteokbokki Town. Rasanya terus terbayang, jadi kami 100% bakal balik lagi 🔥





