Belakangan ini udaranya sudah terasa sejuk, jadi jalan-jalan di luar makin menyenangkan! Akhirnya tiba lagi musim untuk banyak berjalan kaki, hehe. Kali ini saya mau berbagi rute kencan luar ruangan dari Sharosugil ke Taman Nakseongdae di sekitar Stasiun Seoul National University.

Kami mulai dengan menjelajahi gang Sharosugil, lanjut ke Taman Nakseongdae untuk berjalan santai, lalu kembali ke Sharosugil pada malam hari untuk minum segelas soju.
Menjelajahi Gang Sharosugil
Kami turun di Stasiun Seoul National University, lalu berjalan menuju Sharosugil. Kawasan ini berada di sebelah tenggara Pintu Keluar 1 dan 2 stasiun tersebut di Jalur 2 subway!

Ada toko pernak-pernik mungil dan beragam restoran. Kalau melihat tempat yang menarik saat berjalan, tinggal berhenti sebentar untuk melihat-lihat.

Terakhir saya ke Sharosugil sekitar tahun 2024 dan belum kembali sejak itu. Ternyata sudah banyak berubah! Saya pun menandai beberapa tempat untuk dikunjungi lain kali. Waktu itu sekitar pukul 16.00, tetapi bar bir sudah lumayan ramai.

Secara keseluruhan, suasana gangnya terasa penuh pesona, jadi pas untuk kencan bersama pasangan maupun bertemu teman! Di sini ada bar, tempat makan, toko pernak-pernik, kafe, dan banyak pilihan lainnya.

Taman Nakseongdae | Rute Jalan Kaki Saat Musim Gugur
Setelah berkeliling Sharosugil, kami menuju Taman Nakseongdae. Jarak antara keduanya ternyata cukup dekat. Seberangi jalan dan berjalan sekitar 15 menit, lalu Anda akan tiba di Taman Nakseongdae! Karena taman ini dibuat untuk mengenang Jenderal Gang Gam-chan, katanya sebagian warga di sekitar Stasiun Seoul National University juga menyebutnya Taman Gang Gam-chan—begitu rupanya!

Selain menyusuri jalur jalan kaki di Taman Nakseongdae, Anda juga bisa mengunjungi Anguksa beserta area sekitarnya! Kami pun berjalan keliling sambil menikmati bangunan dan pemandangannya.
Menikmati Pemandangan Musim Gugur di Sepanjang Jalur
Dalam perjalanan ke Taman Nakseongdae, kami mengikuti jalur pejalan kaki sambil melihat pemandangan sekitar. Gunung Gwanaksan pun terlihat di kejauhan!

Saat masuk ke Taman Nakseongdae, Anda akan melihat struktur lengkung seperti ini. Lewati lengkungan tersebut, lalu belok kiri untuk menemukan Anguksa!

Anguksa dan Pemandangan Sekitarnya
Anguksa adalah tempat penghormatan yang menyimpan lukisan Jenderal Gang Gam-chan. Saya sering melihat gerbang utamanya tertutup, tetapi kali ini terbuka! Jadi kami masuk untuk melihat-lihat.

Di halamannya ada prasasti peringatan sang jenderal dan pagoda batu tiga tingkat.


Nah, itu dia Anguksa!

Di dalam Anguksa tersimpan lukisan Jenderal Gang Gam-chan.

Informasi Kunjungan Anguksa
Informasi mengenai Anguksa di Taman Nakseongdae saya rangkum dalam tabel di bawah ini!
Kategori | Informasi |
|---|---|
Lokasi | Taman Nakseongdae |
Alamat | Jl. Nakseongdae-ro No. 77, Gwanak-gu, Seoul, Korea Selatan |
Jam Buka Taman | Buka 24 jam |
Hari Libur | Buka sepanjang tahun |
Tiket Masuk | Gratis |
Daya Tarik Utama | Anguksa, Pagoda Batu Tiga Tingkat Nakseongdae, patung Jenderal Gang Gam-chan |
Transportasi Umum | Sekitar 876 m dari Pintu Keluar 4 Stasiun Nakseongdae di Jalur 2 subway |
Informasi Lebih Lanjut | 02-879-6524 · Kantor Pengelola Taman Nakseongdae |
Jam Kunjungan Anguksa | Musim panas 09.00–18.00 / Musim dingin 09.00–17.00 |
Sharosugil Setelah Gelap
Setelah selesai berjalan-jalan di Taman Nakseongdae, kami kembali ke Sharosugil pada malam hari. Dari awal kami memang berniat minum segelas soju di sana, jadi rutenya dibuat kembali ke Sharosugil setelah berkeliling taman.

Malamnya memang jadi lebih ramai. Baru kali ini saya sadar kalau Jenderal Gang Gam-chan menari di papan nama Sharosugil... Teman jalan saya bilang tampilannya agak norak, tapi buat saya justru terasa baru...

Hari itu kami mampir ke Kirakira Yoon cabang Sharosugil setelah berjalan-jalan! Ulasan tempat ini akan saya racik untuk postingan berikutnya!
Berikut urutan perjalanan kami hari itu!
Menjelajahi gang Sharosugil
Berjalan di Taman Nakseongdae dan mengunjungi Anguksa
Menikmati Sharosugil pada malam hari
Makan malam
Menurut saya, Sharosugil paling terasa istimewa saat musim gugur. Kalau ada waktu luang, saya sarankan mampir dan menikmatinya tanpa terburu-buru!



